Analisis Macam-Macam Feminisme
Oleh : Nur Ajizah
Nim : 3221103017 (Hukum Ekonomi Syari’ah)
Bisa di lihat kawan,,,!!!!
Bahwa sampai saat ini sebagian kaum perempuan masih aktif dalam perjuangan
khususnya dalam persamaan hak dengan kaum laki-laki atau yang biasa disebut
dengan kesetaraan gender. Sebenarnya sebagian besar perempuan yang sedang
berjuang itu adalah para perempuan yang sudah "merdeka". Biasanya
mereka itu dari kalangan Wanita Karir yang sukses, punya prestasi, dan punya
background pendidikan yang tinggi. Dan mereka tetap giat berjuang atas nama
semua perempuan yang tidak memiliki hak
setara dengan laki-laki/ perempuan yang tertindas. Menurut saya bahwa sampai
saat ini kesetaraan gender di indonesia sudah bisa di katakan cukup baik, hal
ini bisa di buktikan dari seorang pemimpin
yaitu Megawati, beliau seorang perempuan yang menjadi Presiden, beliau
telah sukses dalam peraihan karir tertinggi di negeri ini. Selain itu juga ada
Rini Suwandi seorang professional handal yang menjabat sebagai menteri
Perdagangan. Hal ini sangat terbukti bahwa kaum feminis Indonesia tidak merasa
terwakili oleh prestasi yang diraih mereka ini. Selain itu masih ada banyak
sekali wanita karir di Indonesia yang merangkap menjadi ibu tetapi sukses dalam
pekerjaannya. Profil-profil tersebut sudah menggambarkan betapa hebatnya
seorang perempuan.
Sedikit gambaran Feminisme,
yaitu feminisme bisa di artikan sebagai gerakan perempuan yang pada dasarnya
guna untuk menuntut kesamaan serta keadialan hak dengan seorang laki-laki,
tetapi bisa juga di katakan gerakan yang dilakukan oleh kaum perempuan guna untuk
menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disub ordinasikan, dan
direndahkan oleh kebudayaan yang dominan, baik dalam tataran politik, ekonomi,
maupun kehidupan sosial lainnya, pada dasarnya gerakan ini muncul karena adanya
keinginan yaitu kesederajatan
gender antara laki-laki dan perempuan. Karena selama ini seolah-olah perempuan tidak dihargai
dalam pengambilan kesempatan dan keputusan dalam hidup khususnya dalam
berumahtangga Perempuan merasa terkekang karena superioritas laki-laki, dan
perempuan hanya dianggap sebagai ”bumbu penyedap” dalam hidup laki-laki.[1]
Dalam feminisme terdapat 4 aliran :
1.
Feminisme Liberal
Pada aliran feminisme
liberal, bahwa sebuah kebebasan dan kesamaan itu berakar pada rasionalitas
yaitu antara dunia privat serta dunia publi, karena setiap manusia mempunyai
kapasitas untuk berfikir serta bertindak secara rasional, akan tetapi
ketertindasan serta ketebelakangan pada perempuan ialah di sebabkan oleh
kesalahan perempuan itu sendiri, maka perempuan harus mempersiapkan diri agar
mereka bisa bersaing di dunia serta mempunyai kedudukan setara dengan
laki-laki. Aliran ini mengasahkan untuk menyadarkan perempuan bahwa mereka
adalah golongan tertindas, hal ini bisa di lihat dari pekerjaan yang di lakukan
seorang perempuan di sektor domestik sebagai hal yang yang tidak produktif dan
menempatkan perempuan pada posisi sub ordinat, akan tetapi masyarakat Amerika yang matrealistis, mengukur segala
sesuatu dari materi, dan individualis sangat mendukung keberhasilan feminisme.
2.
Feminisme Radikal
Aliran tersebut bisa
di katakan sangat identik dengan penindasan terhadap perempuan. Bisa di lihat
bahwa di sini tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan bagi mereka kaum
laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan antara lain
tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas, dan relasi kuasa perempuan dan
laki-laki. Aliran ini bertujuan guna melawan kekerasan seksual dan industri
pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan yaitu satu fakta
dalam masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang
"radikal", ada pula Sistem patriarki yang menempatkan perempuan menerima begitu
saja, dari perlakuan laki-laki dalam segala hal termasuk hubungan seksual, di
sini bahwa pihak perempuan harus nurut dan selalu menerima.
3.
Feminisme postkolonialisme
Pengalaman perempuan
dalam hidup di luar negeri atau bisa di katakan di negara dunia ketiga, karena
perempuan yang hidup di negara ketiga lebih berat menanggung beban penindasan
yang lebih berat, karena selain menanggung beban penindasan yang berbasiskan gender
mereka juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras, serta dalam segi
keagamaan, Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme postkolonial yang
pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara
pandang, maupun mentalitas masyarakat khususnya pada perempuan.
4.
Feminisme Ekofeminisme
Ekofeminisme merupakan
sebuah gerakan yang muncul di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia dari
berbagai profesi sebagai akibat adanya ketidak adilan terhadap perempuan yang selalu
dimitoskan dengan alam. terutama yang menjadi titik fokusnya adalah kerusakan
alam yang mempunyai keterkaitan langsung dengan penindasan perempuan.
Pergerakan ekofeminis yang pertama dimulai sekitar tahun 1974 oleh sekelompok
perempuan di utara India,[2]
Jadi pada dasarnya
ekofeminisme bisa di artikan sebuah teori dan gerakan etika lingkungan yang
ingin mendobrak bangunan etika pada umumnya khususnya bagi mereka kaum
perempuan, karena dalam hal ini perempuan selalu berupaya untuk menyelamatkan
dan menjaga lingkungan hidup dan mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan
dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut memang ada kaitanya dengan perempuan
dimana tekanan bumi dengan seeorang perempuan itu adalah sama.