Selasa, 08 Oktober 2013

Analisis Macam-Macam Feminisme



   Analisis Macam-Macam Feminisme
Oleh   : Nur Ajizah
Nim    : 3221103017 (Hukum Ekonomi Syari’ah)

Bisa di lihat kawan,,,!!!! Bahwa sampai saat ini sebagian kaum perempuan masih aktif dalam perjuangan khususnya dalam persamaan hak dengan kaum laki-laki atau yang biasa disebut dengan kesetaraan gender. Sebenarnya sebagian besar perempuan yang sedang berjuang itu adalah para perempuan yang sudah "merdeka". Biasanya mereka itu dari kalangan Wanita Karir yang sukses, punya prestasi, dan punya background pendidikan yang tinggi. Dan mereka tetap giat berjuang atas nama semua perempuan yang  tidak memiliki hak setara dengan laki-laki/ perempuan yang tertindas. Menurut saya bahwa sampai saat ini kesetaraan gender di indonesia sudah bisa di katakan cukup baik, hal ini bisa di buktikan dari seorang pemimpin  yaitu Megawati, beliau seorang perempuan yang menjadi Presiden, beliau telah sukses dalam peraihan karir tertinggi di negeri ini. Selain itu juga ada Rini Suwandi seorang professional handal yang menjabat sebagai menteri Perdagangan. Hal ini sangat terbukti bahwa kaum feminis Indonesia tidak merasa terwakili oleh prestasi yang diraih mereka ini. Selain itu masih ada banyak sekali wanita karir di Indonesia yang merangkap menjadi ibu tetapi sukses dalam pekerjaannya. Profil-profil tersebut sudah menggambarkan betapa hebatnya seorang perempuan.
Sedikit gambaran Feminisme, yaitu feminisme bisa di artikan sebagai gerakan perempuan yang pada dasarnya guna untuk menuntut kesamaan serta keadialan hak dengan seorang laki-laki, tetapi bisa juga di katakan gerakan yang dilakukan oleh kaum perempuan guna untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disub ordinasikan, dan direndahkan oleh kebudayaan yang dominan, baik dalam tataran politik, ekonomi, maupun kehidupan sosial lainnya, pada dasarnya gerakan ini muncul karena adanya keinginan yaitu kesederajatan gender antara laki-laki dan perempuan. Karena selama ini seolah-olah perempuan tidak dihargai dalam pengambilan kesempatan dan keputusan dalam hidup khususnya dalam berumahtangga Perempuan merasa terkekang karena superioritas laki-laki, dan perempuan hanya dianggap sebagai ”bumbu penyedap” dalam hidup laki-laki.[1]

Dalam feminisme terdapat 4 aliran :
1.  Feminisme Liberal
Pada aliran feminisme liberal, bahwa sebuah kebebasan dan kesamaan itu berakar pada rasionalitas yaitu antara dunia privat serta dunia publi, karena setiap manusia mempunyai kapasitas untuk berfikir serta bertindak secara rasional, akan tetapi ketertindasan serta ketebelakangan pada perempuan ialah di sebabkan oleh kesalahan perempuan itu sendiri, maka perempuan harus mempersiapkan diri agar mereka bisa bersaing di dunia serta mempunyai kedudukan setara dengan laki-laki. Aliran ini mengasahkan untuk menyadarkan perempuan bahwa mereka adalah golongan tertindas, hal ini bisa di lihat dari pekerjaan yang di lakukan seorang perempuan di sektor domestik sebagai hal yang yang tidak produktif dan menempatkan perempuan pada posisi sub ordinat, akan tetapi masyarakat  Amerika yang matrealistis, mengukur segala sesuatu dari materi, dan individualis sangat mendukung keberhasilan feminisme.

2.    Feminisme Radikal
Aliran tersebut bisa di katakan sangat identik dengan penindasan terhadap perempuan. Bisa di lihat bahwa di sini tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan bagi mereka kaum laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas, dan relasi kuasa perempuan dan laki-laki. Aliran ini bertujuan guna melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan yaitu satu fakta dalam masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang "radikal", ada pula Sistem patriarki yang menempatkan perempuan menerima begitu saja, dari perlakuan laki-laki dalam segala hal termasuk hubungan seksual, di sini bahwa pihak perempuan harus nurut dan selalu menerima.

3.  Feminisme postkolonialisme
Pengalaman perempuan dalam hidup di luar negeri atau bisa di katakan di negara dunia ketiga, karena perempuan yang hidup di negara ketiga lebih berat menanggung beban penindasan yang lebih berat, karena selain menanggung beban penindasan yang berbasiskan gender mereka juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras, serta dalam segi keagamaan, Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme postkolonial yang pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang, maupun mentalitas masyarakat khususnya pada perempuan.

4.    Feminisme Ekofeminisme
Ekofeminisme merupakan sebuah gerakan yang muncul di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia dari berbagai profesi sebagai akibat adanya ketidak adilan terhadap perempuan yang selalu dimitoskan dengan alam. terutama yang menjadi titik fokusnya adalah kerusakan alam yang mempunyai keterkaitan langsung dengan penindasan perempuan. Pergerakan ekofeminis yang pertama dimulai sekitar tahun 1974 oleh sekelompok perempuan di utara India,[2]
Jadi pada dasarnya ekofeminisme bisa di artikan sebuah teori dan gerakan etika lingkungan yang ingin mendobrak bangunan etika pada umumnya khususnya bagi mereka kaum perempuan, karena dalam hal ini perempuan selalu berupaya untuk menyelamatkan dan menjaga lingkungan hidup dan mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut memang ada kaitanya dengan perempuan dimana tekanan bumi dengan seeorang perempuan itu adalah sama.


[1] //E:/veminisme.htm
[2] http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/ijc/article/view/2064

Tidak ada komentar:

Posting Komentar